Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengirim Lamaran via Email

“Sudah kirim banyak email lamaran kerja, sudah sesuai dengan kualifikasi tapi kok nggak dapat panggilan kerja juga, ya?”

Apakah pertanyaan di atas sering muncul dibenakmu?

Sudah email ke banyak perusahaan tapi tidak kunjung ada panggilan, padahal kualifikasi yang diminta sudah terpenuhi semua.

Ada banyak faktor yang membuat kamu tidak kunjung dapat panggilan kerja meskipun kualifikasi dan CV sudah mentereng, salah satunya adalah kesalahan saat mengirim email lamaran.

Lamaran dan CV kamu mungkin sudah proper, tapi kalau kamu mengirim email lamaran asal-asalan, peluang untuk lamaran kamu di-notice recruiter semakin kecil, bahkan bisa saja email lamaran kamu tidak dibaca.

Nah, berikut ini kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar yang mengakibatkan lamarannya tidak lolos seleksi atau bahkan tidak dibaca sama sekali oleh recruiter.

1. Menggunakan alamat email yang tidak formal

Menulis email profesional tidak sama dengan menulis email pribadi, untuk melamar pekerjaan sangat tidak disarankan untuk menggunakan alamat email yang tidak profesional seperti cindygulaimut@gmail.com atau sejenisnya.

Agar terlihat lebih profesional kamu bisa menggunakan nama lengkap kamu sebagai alamat email seperti jokoprasetyo@gmail.com.

Jika nama yang kamu inginkan telah digunakan oleh orang lain kamu bisa menggunakan tanda baca yang diizinkan untuk membuat alamat email kamu seperti joko.prasetyo@gmail.com atau joko_prasetyo@gmail.com.

Alternatif terakhir, jika dengan cara-cara di atas alamat email yang kamu inginkan sudah digunakan oleh orang lain kamu bisa menggunakan angka.

Tapi ingat, jadikan ini cara terakhir jika memang kamu tidak menemukan alternatif menggunakan cara-cara di atas.

Kamu bisa menggunakan tanggal lahir atau tahun lahir agar lebih mudah diingat seperti jokoprasetyo1998@gmail.com.

2. Menulis subjek yang tidak sesuai

Kesalahan yang kedua adalah menulis subjek yang tidak sesuai atau malah mengkosongkannya.

Subjek email sangatlan penting karena sebelum email kamu dibuka subjek email-lah yang pertama kali terlihat, jadi recruiter bisa langsung tau bahwa email yang kamu kirimkan berisi lamaran pekerjaan.

Subjek email juga akan mempermudah recruiter untuk menyaring email sesuai dengan posisi atau yang lainnya.

Misalnya, PT Toyota membuka lowongan pekerjaan untuk posisi operator dan QC, untuk operator dengan subjek Toyota-OP sedangkan untuk QC Toyota-QC, kamu harus mengisi subjek email kamu sesuai posisi yang kamu ingin lamar.

Hal ini akan sangat memudahkan recruiter untuk menyeleksi email sesuai subjeknya karena pasti akan banyak sekali email yang masuk.

Jadi, jika kamu salah mengisi atau malah mengosongkan Subjek email, ada kemungkinan email kamu tidak dibuka karena dianggap tidak jelas tujuannnya.

Jika perusahaan tidak menentukan subjek email saat membuka lowongan kamu bisa menggunakan subjek : Lamaran Kerja – Nama Lengkap (Contoh : Lamaran Kerja – Joko Prasetyo)

3. Tidak mengisi badan email

Seringkali, pelamar meremehkan hal ini dan hanya mengirimkan lampiran saja pada email lamarannya, ini akan terlihat kurang profesinal di mata recruiter.

Kamu bisa mengisi bagian badan email dengan beberapa hal seperti kamu mendapat informasi lowongan darimana, atas rekomendasi siapa, maksud dan tujuan email, perkenalan diri dan lainnya.

Kamu juga bisa menjelaskan secara singkat bahwa kemampuan atau pengalaman yang kamu miliki sangat sesuai untuk posisi yang sedang dibutuhkan saat ini.

4. Tidak mencantumkan lampiran

Lampiran berisi file-file seperti Ijazah, Surat pengalaman kerja, dan berkas lainnya merupakan hal yang penting dari lamaran email.

Sangat disarankan kamu mengecek terlebih dahulu sebelum mengirim email lamaran kamu untuk memastikan bahwa semua sudah benar dan tidak ada yang tertinggal.

5. Tidak memeriksa kembali isi tulisan

Seperti poin sebelumnya, pelamar seringkali melupakan hal ini sehingga terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan kata.

Ini akan sangat fatal jika kamu salah menulis nama perusahaan yang kamu lamar atau kesalahan penulisan subjek email seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

6. Tidak memperhatikan nama file sebelum mencantumkannya pada bagian attachment

Seringkali pelamar tidak memperhatikan hal ini dan memberi nama lampiran seperti Revisi, atau bahkan hanya angka.

Selain terlihat tidak profesional, hal ini juga akan mempersulit recruiter.

Jika kamu menggunakan lampiran yang telah digabung jadi satu file PDF akan lebih baik jika bagian ini juga diperhatikan supaya terlihat detail dan profesional.

Kamu bisa menggunakan nama Lamaran Kerja – Nama Kamu sebagai nama lampiran.

Jika lampiran kamu terpisah, masing-masing berkas berilah nama sesuai berkas tersebut untuk lebih memudahkan recruiter dan terlihat lebih profesional.

7. Tidak memperhatikan waktu yang tepat saat mengirim lamaran email

Waktu yang tepat

Mengirim email memang bisa dilakukan kapan saja, bahkan pada jam 2 pagipun kamu bisa melakukannya, tapi untuk mengirim lamaran email sangat disarankan untuk mengirim pada waktu-waktu tertentu.

Waktu terbaik untuk mengirimkan lamaran via email adalah pada jam kerja recruiter yaitu Senin-Jum’at pukul 08:00 – 15:00.

Hal ini bertujuan agar email kamu tidak tertumpuk oleh ratusan atau ribuan email pelamar lain dan harapannya email kamu segera dibuka.

Maka dari itu, kamu harus mengetahui waktu-waktu yang tepat saat recruiter melakukan penyeleksian email masuk yaitu pada jam kerjanya.

8. Ukuran lampiran tidak sesuai

Seringkali pelamar mengirimkan file dengan ukuran terlalu kecil yang mengakibatkan file pecah dan sulit dibaca.

File yang terlalu besar juga akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendownloadnya.

Ingat, recruiter akan menyeleksi ratusan atau bahkan ribuan lamaran jadi tidak semua mau membuang waktu untuk download yang lebih lama atau mempersulit diri membaca file yang pecah karena ukurannya yang terlalu kecil.

Ukuran lampiran disesuaikan dengan banyaknya berkas yang dilampirkan agar isi file tidak pecah dan jelas terbaca.

Ukuran yang standar disarankan antara 400 kb – 2 mb atau sesuai dengan ketentuan perusahaan.

9. Mengirim ke banyak alamat email perusahaan sekaligus

Nah, ini adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pelamar, entah karena terlalu malas atau alasan lainnya.

Mengirim lamaran ke banyak alamat email perusahaan sekaligus memang terkesan memudahkan, dengan sekali kirim kamu bisa mengirim puluhan bahan ratusan email sekaligus.

Menggunakan cara ini memang terkadang berhasil, tapi akan lebih baik jika kamu tidak menggunakannya karena beberapa alasan berikut :

  • Karena mengirim email ke banyak alamat sekaligus, seringkali lamaran kamu masuk ke kategori spam, jadi kemungkinan besar tidak dibaca oleh recruiter.
  • Kamu tidak bisa mengisi subjek email sesuai yang diinginkan, karena kemungkinan subjek pada setiap lowongan berbeda.
  • Terlihat tidak profesional dan terkesan malas jika recruiter tahu kamu mengirim ke banyak email sekaligus.
  • Karena email yang kamu kirim sekaligus itu isinya sama semua, kamu kehilangan kesempatan untuk menonjolkan kemampuan kamu lebih spesifik sesuai dengan posisi yang sedang dibutuhkan.

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar saat mengirimkan lamaran via email yang mengakibatkan tak kunjung mendapatkan panggilan kerja, meski telah banyak mengirim lamaran email.

Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan dalam pengiriman email lamaran kerja, kamu bisa meminimalisir kesalahan yang akan memperbesar peluangmu untuk mendapatkan panggilan kerja yang sesuai dengan kualifikasi kamu.

Comments are closed.